//
archives

Resensi Buku

This category contains 15 posts

P.S. I Still Love You

ba

Judul Novel: P.S. I Still Love You

Penulis: Jenny Han

Penerjemah: Airien Kusumawardani

Kategori: Roman, Remaja

Penerbit: Spring

Cetakan: Pertama, September 2015

Hal: 356 hlm; 20 cm

ISBN: 978-602-71505-3-9

        Fokus dari novel lanjutan To All the Boys I’ve Loved Before ini adalah hubungan Peter dan Lara Jean. Lagi-lagi kita akan dibuat penasaran dengan alur cerita garapan Jenny Han. Kali ini bukan surat yang menjadi fokus utama, tetapi vidio Peter dan Lara Jean yang tersebar luas di situs jejaring sosial.

        Kekacauan kali ini lebih memalukan dari sebelumnya, lebih memalukan dari pertemuan demi pertemuan dengan cowok-cowok yang sudah memergoki surat cintanya. Ini soal vidio yang dibuat meme teman-temannya yang iseng, ini soal vidio yang mirip adegan porno! Sungguh kacau!

        Salah satu surat cinta yang belum kembali ke Lara Jean juga mendatangkan cowok super tampan yang bakal jadi saingan Peter. Lara Jean pun kelabakan dengan perasaannya, juga rasa cemburunya pada mantan pacar Peter yang masih suka menggelayuti pacarnya itu.

        Dimulai dari persahabatan di masa kecil, rumah pohon, reuni, cinta, dan cemburu akan menjadikan akhir dari surat-surat ini bahagia. Kehidupan Lara Jean lebih berwarna. Cintanya kembali berkobar bersama seseorang yang masih ia cintai dan akan tetap ia cintai selamanya.

        Dari kedua novel ini, aku lebih suka yang pertama! Edisi kedua ini kurang greget, tapi cukup menarik untuk dibaca.

 

This slideshow requires JavaScript.

To All the Boys I’ve Loved Before

allc

Judul Novel: To All the Boys I’ve Loved Before

Penulis: Jenny Han

Penerjemah: Airien Kusumawardani

Kategori: Roman, Remaja

Penerbit: Spring

Cetakan: Pertama, April 2015

Hal: 380 hlm; 20 cm

ISBN: 978-602-71505-1-5

 

        Lara Jean, anak kedua dari keluarga Song. Dia memiliki kakak perempuan bernama Margot dan adik perempuan bernama Kitty. Dia juga memiliki surat-surat cinta yang ia simpan di dalam sebuah kotak topi pemberian almarhum ibunya.

        Setiap kali dia jatuh cinta, dia akan menulis surat dan menyimpan surat itu di dalam kotak topi. Dia hanya menulis itu untuk dirinya-sendiri tanpa berniat mengirimkan surat-surat itu kepada cowok-cowok yang membuatnya jatuh cinta.

        Kepribadian Lara Jean ini terbilang romantis dan agak kuno. Dia berlebihan terhadap hal-hal sepele, seperti pesan-pesan mungil yang diselipkan di dalam loker. Tentu, dia mendambakan sosok cowok yang bisa membuatnya terbang melayang.

        Ceritanya sangat menarik untuk dibaca, apalagi waktu surat-surat itu  terkirim ke orang-orang yang pernah membuat hati Lara Jean tertambat tak karuan. Satu demi satu cowok itu menghampiri Lara Jean untuk mendapatkan sebuat penjelasan. Sampai salah satu di antara mereka menjadi pacar pura-pura Lara Jean.

        Hidupnya mulai kacau, dia tak percaya Margot yang dikenalnya sangat kuat di antara keluarga Song, menangis terisak-isak dan ternyata dia tak mengenal sepenuhnya sosok Morgot selama ini. Sungguh Lara Jean terkejut ketika membaca buku harian Margot. Di lain sisi, Margot telah mengetahui bahwa Lara Jean mengirim surat cinta ke pacarnya yang bernama Josh.

        Ada satu momen yang paling aku suka, yaitu ketika Lara Jean bersepeda dengan terburu-buru ke rumah Peter hanya untuk berkongsi soal kontrak bahwa mereka pura-pura pacaran. Rasanya cerita di dalam novel ini ada di kehidupan nyata. Bener-bener respon gelisah yang cukup bikin emosional pembaca. I like you, Jenny! That’s great!

        Alur cerita dari novel ini juga membuat penasaran dan geram karena “siapa sih sebenarnya biang keladi yang mengirimkan surat-surat cinta Lara Jean?”  “Siapa sih yang sebenarnya membuat kekacauan?”

This slideshow requires JavaScript.

Love Disorder

IMG_3421

Judul Novel: Love Disorder

Penulis: Clara Canceriana

Kategori: Roman

Tebal:

ISBN-10: 98-602-997-92-5

Cetakan: ke I

Penerbit: Bentang Belia

Hm.. Hai

Kali ini aku bakal merekomendasiin novel yang cute banget buat kalian.

Jika kalian suka banget cerita tentang anak fakultas kedokteran yang jadi tokoh utamanya, nah, Love Disorder ini cukup nyentrik buat dibaca. Daan.. aku agak heran deh, kenapa kalau anak kedokteran pasti lawannya anak sastra? haha..

Tokoh utama di cerita ini namanya Troy dan Patricia. Troy ini anak kedokteran sedangkan Patricia ini anak sastra. Ceritanya simple mengenai cinta pertama Patricia yang dipertemukan kembali dengan Troy di Universitas.

Karakter Troy ini cukup bikin geregetan yah, soalnya salah satu kebiasaannya itu enggak mandi dan langsung ngampus. Pokoknya jangan bayangin dia itu keren dan populer deh! haha..

Karakter Patricia ini juga gemesin, kenapa sih ada cewek kek gini? bisa dibilang agak bandel dalam per-move on-an. Dia ngejer-ngejer Troy gitu deh! Nggak bisa bayangin anak sastra masuk ke fakultas kedokteran. Yeah, menurutku suasananya anjlok banget gitu deh, super nekat.

Oh, ya ada peran yang cukup ngebantu banget buat hubungan mereka berdua. Anak kecil, namanya Tiara. Dari novel A sampai novel Z, kalau ada anak kecil pasti hubungan mereka % bakal berhasil.

Novel ini bakal menyuguhkan kamu hal-hal berbau medis karena sorotan utama di sini adalah Troy. Kamu juga bakal tahu kebiasaan-kebiasaan jadi mahasiswa kedokteran di novel ini. Bagaimana kesulitan Troy membagi waktu antara menjaga keponakannya, cinta, kuliah, dan jurnal? Kamu bakal tahu konfliknya melajur runtut dan bikin treyuh.

This slideshow requires JavaScript.

Hex Hall

Judul: Hex Hall

Penulis: Rachel Hawkins

Alih Bahasa: Dina Begum

Kategori: Fantasi Fiction

Tebal: 424 hal

Harga: Rp. 59.900,-

ISBN: 978-602-9346-10-7

Cetakan: ke I, Oktober 2011

Penerbit: Ufuk Fantastic Fiction

Sihir adalah kekuatan tak masuk akal yang terjadi di depan mata kepala kita. Sesuatu yang mucul secara tiba-tiba dan menyodok bahu kita sampai terjengkang tanpa kita mampu melihat siapa yang mengusili kita. “Oh, whether plastic surgery also includes magic, Sista??” My Little Sister asked  me,”No, Darling. Magic that does not involve a long time,just one second all the immediately changed!” me. “WOW! I like this! Oh, Sista .. I don’t want to be a doctor.” My Little Sister jumping up and down for jumping,”I want to be Witch, Sista! I’m a witch!”—-> “Ohhhhh…NO!!!” I’m frustrated.

Oke, adekku ingin jadi penyihir? Itu gawat kalau terjadi (HAHAHA..)

Hex Hall adalah novel bergenre fantasi, Hex Hall adalah sebuah sekolah yang menampung anak-anak bandel Prodigium (penyihir, peri, vampir, warlock, dan shapeshifer). Pokoknya tokoh-tokoh spektakuler nyemplung semua di Hex Hall. Oh, lupa! Masih ada satu lagi yang belum disebutkan, DEMON juga ada di sini (aku belum bisa ngomong lengkap soalnya malaikat tidak ada di sini—kasian ya! Oh, may be para malaikat sudah pada nggak bandel lagi! Haha..)

Sophie Mercer menerima hukuman dari  pihak DEWAN karena telah menggunakan sihir sembarangan. Dia mengacaukan pesta dansa di sekolah dan itu sangat mengkhawatirkan kalau seandainya banyak orang yang menyadari kekuatannya. Jadi dengan berat hati Mrs. Mercer mengantarkan anak perempuannya itu ke Hex Hall.

Sampai di Hex Hall, perasaan Sophie tidak karuan karena melihat sekolahnya itu terlihat sama sekali tidak keren dan bertemu dengan beberapa makhluk aneh itu juga tidak memunculkan rasa kekagumannya. Apalagi dia satu kamar dengan Jenna si Vampir yang demen banget warna PINK! OMG!! Bener-bener deh bikin Sophie sedikit merinding—takut kalau-kalau Jenna lapar dan menghisap darahnya. (Euh!)
Sophie juga bertemu dengan cowok keren (Okelah hampir semua novel pasti memunculkan si tokoh maskulin bernama cowok—Hex Hall pun tak mau ketinggalan) bernama Acher, seorang warlock. Dia juga bertemu dengan Trinity yang ingin sekali memasukkan Sophie ke kelompoknya untuk membangkitkan demon.

Stlap! Stlap! Stlap! Kejadian demi kejadian aneh membuat Sophie tegang dengan suasana mencekam. Satu per satu anggota Trinity terhisap darahnya oleh sesuatu (Okelah! Karena satu-satunya vampire di Hex Hall adalah Jenna, maka dialah yang dituduh mencelakai anggota Trinity). Di sisi lain Sophie didatangi oleh Alice (nenek moyangnya) setiap malam  dan mengajari sihir kepada Sophie.

Kebaikan itu ternyata ada maksud tersembunyi, sepertinya penulis ingin menunjukkan hal tersebut di novel ini karena setelah Alice beberapa kali mengajari, Alice mencoba menyelakai Sophie. Perlawanan Sophie tidak dipaparkan terlalu panjang, dia hanya butuh waktu singkat untuk menumpas leher Alice.

Akhir kata, Sophie itu ternyata bukan penyihir, tetapi ¼ DEMON dan Acher menghilang tanpa jejak.
Hilangnya Acher mungkin akan terjawab di seri berikutnya, yaitu Demon Glass (Prediksi aja sih! :D)

Cover: Jujur aja sih kalau aku rada nggak suka kalau kovernya murni foto jepret, kurang imajinatif. Tapi ini lumayan lah, aku suka latarnya. Apalagi menggunakan teknik two cover jumpalitan, akakak! Kreatif! Menggambarkan bayangan, di mana Sophie itu bagian dari Alice. Lho, nama lengkapnya kan Sophia Alice Mercer? Woyaa..penasaran?? buruan serbu, alurnya berjalan seru loh karena kalian kan nggak bakal bertemu satu spesies saja, tapi beberapa spesies seperti yang sudah aku sebutin di atas! 😉

This slideshow requires JavaScript.

The Alchemist And The Angel

Judul: The Alchemist And The Angel

Penulis: Joanne Owen

Alih Bahasa: Nina Setyowati

Kategori: Historical Fiction

Tebal: 360 hal

Harga: Rp. 59.900,-

ISBN-10: 978-602-8801-85-0

Cetakan: ke I, April 2011

Penerbit: Ufuk Fatastic Fiction

Dunia Sains bagiku adalah dunia yang begitu menajubkan ditambah dengan dunia fantasi yang berwarna-warni dan kadang dapat berubah begitu amat mencekam. Inilah yang menggambarkan novel karya Joanne Owen, di mana kita akan dibawa ke dalam dua dunia tersebut dan menariknya setting yang diambil saat masa kedudukan Rudolf (lengkap sudah dengan sejarah).

Jan, tokoh utama di novel ini tinggal di rumah pamannya, Prof. Gustav Grausam, seorang alkemis termasyur di Vienna—setelah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat wabah pes yang ditularkan oleh pasien mereka. Beruntung Jan tidak tertular dan tidak meninggal sebelum ditemukan obatnya.

Gustav tahu bahwa Jan bukan anak yang biasa, dia yakin Jan mampu membantunya untuk membuat serum pemberi kehidupan. Dalam proses pembuatan serum ini dan mengujinya, mereka harus melakukan intruksi kuno dan terjun ke dalam permainan misterius demi menghidupkan kembali yang tidak bernyawa. Mereka harus menanam mandrake (sejenis tanaman mirip janin-OMG, bener-bener keren banget di bagian ini!), mencabut, kemudian menanamnya kembali dan harus dirawat sesuai aturan (seperti merawat janin di dalam perut—di mana kamu nggak boleh salah makan atau minum karena akan berakibat fatal kalau terjadi kesalahan—bisa-bisa colon bayimu akan mati sebelum lahir dan akan membunuhmu, yeah keguguran lalu pendarahan dan kau akan mati mengenaskan !! >o< !!).

Sayang seribu sayang, sebelum serum itu berhasil diuji, Paman Gustav meninggal dunia. Jan menemukan kupu-kupu beracun yang berada di Rumah Tujuh Bintang sampai di atas tempat tidur Paman Gustav. Jan agak curiga akan hal ini namun, situasi kurang mendukung untuk berpikir lebih jauh karena Greta (bibi Jan) memakamkan jenazah Paman Gustav secepat mungkin. Jan juga mendapati tanaman Mandrake-nya hilang. (Huah Geregetan banget deh!)

Greta meyakinkan Jan untuk pindah ke Prague (rencana Greta adalah mendekati para alchemist supaya dia bisa memperkenalkan mahkluk yang dia ciptakan. Greta membuatnya diam-diam. Kalau Mandrake adalah tanaman, nah..bedanya buatan Greta ini berasal dari telur burung merak yang dibungkus dengan kacang—cara merawatnya sama seperti Mandrake—makanannya bukan susu plus kelelawar, tetapi Lavender dan cacing tanah. Dan..wuh! Greta tau itu, tapi dia justru memberikan air mawar dan darahnya—lebih nikmat yah? Haha..). Jan tidak tahu itu, di Prague mereka bertemu dengan Ignaz Muller, setelah pertemuan mereka, bibi dan Ignaz menghilang. {bener-bener deh, kalau aku yang jadi Jan pasti langsung menangis mengingat di Prague wabah pes belum teratasi dan SENDIRI DI TEMPAT BARU! OMG ini kan FIKSI, tapi bener-bener membuat emosi meledak}.

Jan berusaha keras mencari bibinya. Dia menerobos lingkungan kumuh yang terjangkit wabah di sekeliling istana mewah Kaisar Rudolf yang arogan dan sinting. Di dalam perjalanan dia bertemu Suzana yang ternyata adalah anak perempuan Kaisar.

Kelihatan banget endingnya dapat ketebak sebelum nyampe akhir, tapi alur bener-bener memikat dan beberapa selipan dongeng menghiasi di lembaran novel ini (Auh..seneng banget soalnya menurutku dongengnya itu keren dan agak serem—gimana sih kalau pacarmu yang sudah mati itu bangkit dari kubur dan mengajakmu pergi dengannya! OMG! Ini kan GILA abis!  Haha..).

Cover: aku udah nggak bisa ngomong apa-apa lagi deh kalo sudah menyangkut lukisan berunsur surealism—ini kover karya Jeremy Holmes of Mutt Ink emang TOP! –yang pasti nggak menyimpang dari isi cerita- 😉

This slideshow requires JavaScript.

The Magician’s Elephant (Gajah Sang Penyihir)

Judul: The Magician’s Elephant (Gajah Sang Penyihir)

Penulis: Kate Dicamillo

Alih Bahasa: Dini Pandia

Kategori: Fantasi/Petualangan—Novel Anak—Dongeng Terjemahan

Tebal: 152 hal; 20 cm

Harga: Rp. 25.000,-

ISBN-10: 978-979-22-4943-9

Cetakan: ke I, Setember 2009

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Masa Kanak-kanak sangat mengagumkan, masa di mana imajinasi berambat begitu kuat dan cepat daripada orang dewasa. Masa-masa ini apabila olah imajinasinya dikembangkan sungguh akan menghasilkan sesuatu yang mengagumkan. Bagaimana cara menumbuh kembangkan imajinasi anak-anak? Salah satunya adalah ‘Bacakan mereka dongeng!’ tanpa sadar mereka juga akan menjadi seorang pembaca, bagaimana kita mampu mengetahui pengalaman orang kalau tidak membaca sebuah buku, dan buku-buku dongeng adalah satu diantaranya cara untuk memancing mereka membaca sejak dini.

Novel The Magician’s Elephant (Gajah Sang Penyihir) adalah salah satu buku dongeng yang mampu membangkitkan imajinasi anak. Bercerita tentang Peter Augustus Duchene mencari adik perempuannya, Adele. Dan peran Sang Gajah sangat membantu dalam pertemuannya kembali dengan Adele.

Berawal dari seorang penyihir yang ingin memberikan bunga lily kepada seorang wanita kaya, Madam LaVoughn. Namun, bukan bunga lily yang muncul melainkan seekor gajah yang tiba-tiba muncul dari atap dan jatuh ke arah Madam LaVoughn hingga mengakibatkan kedua kaki Madam LaVaughn harus diamputasi. Di sisi lain seorang peramal mengatakan pada Peter bahwa seekor gajah akan mempertemukannya kembali pada Adele.

Dipaparkan sangat sederhana dan pertemuan-pertemuan tak terduga antar tokoh akan membuat penasaran sekaligus menebak-nebak akhir cerita ini. Setiap langkah Peter membuat terharu akan nasibnya. Dia adalah anak dari korban prajurit perang, ibunya meninggal setelah melahirkan Adele, dan dia harus hidup bersama kakek, Vilna Lutz yang tak lain sahabat ayahnya.

Segalanya berubah ketika semua mencapai titik terang, di mana Peter akhirnya dipertemukan Adele kembali. Sang Gajah itu pada akhirnya juga dikembalikan ke asalnya dengan kekuatan si penyihir. Melihat badan kurus Peter, Keluarga Matienne akhirnya mengadopsinya sekaligus Adele sebagai anak mereka.

Cover: lukisan surialism benar-benar selalu membuatku terpukau! Sangat mewakili isi cerita dan meski begitu kelam untuk anak-anak (tanpa warna permen) dengan peran orang tua, anak-anak pasti akan menyukai cerita ini, tak ayal orang dewasa pun menyukainya.

Aku amat tidak menyesal membaca ini dan gara-gara membaca ini suatu hari nanti aku ingin ke kota Baltese, mengunjungi katedral itu, aku ingin melihat dan menyentuh pahatan Bartok Whynn di batu, jauh di atas sana, pahatan seorang anak laki-laki menggendong adik perempuannya yang salah satu tangannya memegang gajah dan aku akan membuktikan cerita itu benar. Hehe..

Pesan yang terkadung di dalam novel ini: Mengajarkan pada kita arti dari sebuah rasa cinta kasih dan rasa sayang, mengajarkan pula bagaimana kita ‘saling memaafkan’ antara satu dengan yang lain dan tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini apabila kita menyakininya. 😉

Clockwork or All Wound Up

Judul: Clockwork or All Wound Up (Si Pembuat Jam)

Penulis: Philip Pullman

Alih Bahasa: Dini Pandia

Kategori: Fiksi Fantasi- Novel Anak Terjemahan

Tebal: 112 hal; 20 cm

Harga: Rp. 17.750,-

ISBN-10: 979-22-0977-8

Cetakan: ke I, November 2007

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Setelah menyelesaikan masa belajarnya, setiap murid pembuat jam di Glockenheim diwajibkan membuat patung baru untuk jam raksasa kota itu. Karl adalah murid dari pembuat jam sebelumnya yaitu Herr Ringelmann. Karl sangat khawatir karena dia belum membuat patung sama sekali.

Di tengah kekhawatirannya Karl bertemu dengan Fritz, penulis muda yang selalu punya kisah-kisah menarik. Hebatnya kisah itu sangat nyata dan ternyata tidak berada jauh dari kehidupannya. Satu per satu tokoh di dalam cerita Fritz muncul di kehidupannya. Dr. Kalmenius salah satu tokoh di ceritanya muncul begitu saja ke dalam kedai kopi saat semua orang mendengarkan cerita dari Fritz.

Fritz lari ketakutan begitu juga dengan semua orang di kedai kopi kecuali Karl. Saat itulah Dr. Kalmenius memberikan solusi untuk Karl, dia memberikan memberikan sebuah patung untuk Karl. Patung yang sangat berbahaya, apabila ada seseorang mengucapkan kata “iblis” maka patung itu akan membunuh orang tersebut.

Selagi Karl mempersiapkan untuk hasil karyanya besok, dia meninggalkan patung iblis itu. Datang lah Gretl, anak perempuan kedai untuk menghangatkan badan. Gretl tidak sengaja mengucapkan kata “iblis” sehingga patung itu bergerak untuk segera menumpas lehernya. Namun, sebelum pedang patung itu sempat menancap di leher Gretl, seorang anak laki-laki (Pangeran Florian) membuka pintu kedai dan menyanyikan lagu berjudul The Flowers of Lapland sehingga patung itu berhenti. Gretl melihat wajah Florian sangat pucat dan Florian tidak mampu mengeluarkan kata-kata kecuali nyanyian itu. Gretl pun langsung berlari untuk menemui Fritz supaya melanjutkan ceritanya.

Sekembalinya Karl dari menara jam, dia melihat pangeran Florian yang kaku mirip patung dan memunculkan suara indah. Dia mengira Florian patung yang ditinggalkan Dr. Kalmenius untuknya. Sifatnya yang pendiam dan baik pun berubah menjadi serakah. Dia menginginkan patung (pangeran Florian) yang menempel di menara jam, bukan patung iblis itu. Karl pun memasang Florian di menara jam, dia tidak peduli meski Florian memohon-mohon padanya.

Gretl pun kembali tanpa hasil dan tidak mendapati pangeran Florian di kedainya. Dia pun berlari ke menara jam dan mendapati pangeran Florian meringkuk di salah satu kotak menara jam. Gretl tidur di sampingnya dan menyelimutinya. Mereka tertidur sampai keesok harinya semua orang di Glockenheim melihat hasil karya agung Karl. Betapa kagetnya mereka melihat dua bocah kecil berada di atas sana melambai ke arah mereka.

Cover: Kovernya cukup mewakili isi novel, meski agak kurang menarik untuk anak-anak.

Pesan: Cerita ini mengandung pesan agar kita tidak serakah dengan apa yang sudah kita dapatkan. Cerita juga mengajarkan pada kita untuk mendengarkan baik-baik pesan orang lain kepada kita. Kita harus menjaga dan memelihara hati orang-orang di sekitar kita dengan hati kita. Karya Philip Pullman memang sangat cerdas! 🙂

Berikut salah satu kutipan cerita Clockwork or All Wound Up,

Dan jika Gretl tahu lebih banyak dari orang lain, dia tidak pernah mengatakannya. Dia telah memberikan hatinya kepada sang pangeran, juga menjaganya, sehingga sang pangeran dari mesin jam menjadi manusia. Maka mereka berdua  hidup bahagia selamanya; dan begitulah cara kisah mereka menyatu.

 

 

Cherry Crush

Judul: Cherry Crush

Penulis: Cathy Cassidy

Alih Bahasa: Melody Violine

Kategori: Romance

Tebal: 327

Harga: Rp. 44.900,-

ISBN: 978-602-8801-81-2

Cetakan: ke I, Februari 2011

Penerbit: Ufuk Fantasi Fiction

Huah…! Oke~ krik..krik.. kalian pikir aku akan menulis sinopsisnya (?) yey.. enak saja, nanti kalian copas buat tugas kuliah lagi! 😛 (haha..bercanda!)

Novel Cherry Chrush adalah salah satu novel dari lima novel yang aku dapatkan teakhir kali untuk tahun ini. Aku sedih (yaya.. soalnya sudah nggak dijatah lagi pasti sebelum habis sudah novel-novelku yang masih bersegel di almari).

Ini bercerita tentang hidup Cherry Costello yang berubah selamanya. Dia dan ayahnya pindah ke Somerset, di mana seorang ibu baru dan keempat saudara baru menunggu. Penyambutan untuknya membuatnya bahagia, well meski pada akhirnya dia harus menghadapi gadis yang sangat mirip sekali dengan Kirsty McRae (gadis popular di sekolah lama), yaitu Honay Tanberry, anak tertua dari empat bersaudara di keluarga barunya. Sikap Honay bertolak belakang dari ketiga saudaranya yang sangat terbuka dan menyenangkan di mata Cherry, mereka adalah Skye, Summer, dan Coco yang masih di middle school. Satu lagi kejutan untuk Cherry, bahwa Shay Fletcher juga menyukainya, tapi Shay adalah pacar Honay.

Kebohongan kecil selalu punya cara untuk menjadi lebih besar. kau tidak bisa mundur. kau berakhir dengan menggali dirimu sendiri semakin dalam dan semakin dalam, hanya supaya tidak terdeteksi. (Cherry Crush).

Kutipan di atas menggambarkan kehidupan Cherry. Hidupnya penuh dengan kebohongan yang dia ciptakan supaya dia dapat diterima orang-orang di sekitarnya. Dia melihat kehidupan orang lain sempurna padahal tidak seperti yang dia kira, dia akhirnya merasakan kepedihan Honay yang tak ada bedanya dengan apa yang dia rasakan saat tinggal di rumahnya dulu. Harapan-harapan kosong, impian-impian yang tidak mungkin kembali hadir ke dalam kehidupan kini, cerita ini memberikan pesan bahwa kita harus menerima apa yang terjadi sekarang, menjalani dengan apa adanya. Selain itu juga yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah kita harus mampu memilah imajinasi dan kenyataan. Di mana kita harus mampu menempatkan imajinasi itu di tempat yang sesuai dan tidak menimbulkan dusta di kehidupan nyata.

“Kau imajinatif, seorang pemimpi. Kau hanya perlu menggunakan kemampuan itu dengan cara yang tepat. Dusta adalah dusta hanya jika kau berusaha mempercayainya sebagai kenyataan… Tapi, bagaimana kalau kau melihatnya sebagai cerita, fantasi? Dengan begitu, kau bebas mengkhayalkan apa pun yang kau suka. Kau sudah menempuh banyak hal dalam hidupmu yang singkat, Cherry… kau harus berusaha memahaminya. Aku pikir menulis cerita dan fantasi bisa membantu…”

Cover: Sangat mewakili isi cerita, berbagai aneka cokelat dan buah cherry dengan latar warna pink pengilap. Sweet!! ^^

 

Hansel dan Gratel (dan dongeng-dongeng lain)

Judul: Hansel dan Gretel –Children’s and Household Tales

Penulis: Grimm Bersaudara

Kategori: Dongeng

Tebal: 183+I-XI hal.

Harga: Rp. 28.000,-

ISBN: 978-979-024-461-0

“Dongeng adalah sorot kehidupan masa lampau, bukan sekedar cerita fantasi.”—Grimm.

Buku ini adalah kumpulan dongeng-dongeng Jerman yang dikumpulkan oleh Jacob Grimm dan Wilhelm Grimm pada 1800-an. Keduanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk penelitian. Jacob dan Wilhelm telah mendengar cerita-cerita ini sejak lahir, namun kali ini mereka melihat dongeng-dongeng tersebut dari sudut pandang lain, dari mata seorang kritikus.

Dongeng-dongeng Grimm bersaudara kini adalah bagian dari kebudayaan dunia. Sejauh ini, dongeng yang dikumpulkan Grimm telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 160 bahasa. Karakter-karakter dalam dongeng-dongeng ini pun telah melompat ke berbagai media; teater, opera, buku, komik, film, lukisan, iklan, fashion, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Sembilan belas dongeng dalam buku ini adalah dongeng asli Grimm yang diambil dari Children’s and Household Tales (Kinder- und Ha- usmarchen), diantaranya Hansel dan Gratel, Frau Holle, Gadis Angsa, Tiga Pemintal, Musisi dari Bremen, Ratu lebah, Snow-white, Rapunzel, Ashcenputtel (Cinderella), Tom Ibu Jari, Pangeran Katak, Briar Rose, Rumpelstiltskin, Raja Janggut—mengerikan, Pangeran Katak, Peri Pembuat Sepatu, Pengantin Perampok, Dua Belas Putri yang Menari, Teka-teki.

Bagi kalian yang seumuran denganku pastilah sudah pernah menonton kartun-kartun menjelang natal yang menayangkan beberapa judul di atas—yang teradopsi menjadi cerita bergambar. Aku membaca buku ini untuk sekedar koleksi dan—karena aku sangat menyukai dongeng. Anggapan sebagian orang kalau dongeng itu ‘Rekaan—tipuan—dongeng itu cuma untuk menipu anak-anak dan dongeng itu “Ah, apa sih?” dalam arti apa saja. 😀 ’ tapi bagiku dongeng itu “KEREN” haha.. apa saja judulnya pasti kalau dongeng itu keren karena banyak kejadian dalam kisah-kisahnya dapat diambil pelajaran bijaksana.

Jadi, buku ini sangat cocok bagi para orang tua yang ingin memberikan hadiah untuk anak-anak mereka, atau untuk koleksi pribadi sepertiku (-ngingetin masa kecil-) hihi..

Kover: Lumayan sih menurutku, Cuma rada kurang menarik di rumah coklatnya. Yah, seharusnya penuh warna..hueheheh.. 😀

 

Perfect Princess ‘Putri Sejati’


Judul: Perfect Princess (Putri Sejati)

Penulis: Meg Cabot

Alih Bahasa: Donna Widjajato

Kategori: Fiksi—terjemahan

Tebal: 160 hal; 18 cm

Harga: Rp. 25.000,-

ISBN: 979-22-1119-5

Cetakan: ke I, Desember 2004

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Aku penggemar berat karya-karya Meg Cabot, alasannya kenapa aku suka? Banyak……banyak……. Gaya bahasanya lincah dan greget banget. Nah, salah satunya tuh Princess Diaries series, OmaiGod! Karakter Mia putri Genovia kuat dan sifatnya seperti gadis-gadis biasa seumurannya dari kesel, sebel, seneng semuanya jelas dan tidak terkesan putri yang sempurna seperti di dongeng-dongeng Disney’s. Tapi, nih Mia Thermopolis mencoba bersikap seperti putri dalam dongeng. Di dalam novel Perfect Princess (Putri Sejati) bakal diulas semua karakter para putri di mana pun, masa lalu, sekarang dan yang hanya berpura-pura menjadi putri. Mia mengambil pelajaran dari karakter putri-putri itu untuk mengantarkannya menjadi putri sejati. Diantaranya ada;

Putri Tidur,                                         Putri Salju,                          Elizabeth,

                                Victoria,                                               Pochahontas,                    Cinderella,

                                                Cleopatra,                                           Anastasia,                                           Britney Spears,

                Mia Thermopolis:  SEMUANYA PUTRI                   

Apakah kau juga pantas jadi putri?

PUTRI MIA

Akan memberitahumu.

Cover: warna kovernya PINK (menandakan ini novel –diary—pemiliknya cewek..haha..) iya bener kan? *Ngawur.

Ilustrasinya keren ‘sebuah tiara’ yang akan menjadikan sosok MIA TEMOPHOLIS menjadi putri sejati, tapi tanpa tiara pun sebenarnya bisa jadi putri sejati, tapi ini kan simbol kerajaan ya! Hehe..

Soal Font, Keren!

Okey satu kelebihan lagi yang membuat pembaca nggak bosen baca, ada dua warna tulisan selain hitam ada juga pink, intinya sih selang seling dan banyak gambar di dalamnya—memperkuat karakter setiap putri yang diceritakan.

Diary Mia ini nggak bakal mengecewakan deh! *Aku jamin! 😀