//
you're reading...
Resensi Buku

The Magician’s Elephant (Gajah Sang Penyihir)

Judul: The Magician’s Elephant (Gajah Sang Penyihir)

Penulis: Kate Dicamillo

Alih Bahasa: Dini Pandia

Kategori: Fantasi/Petualangan—Novel Anak—Dongeng Terjemahan

Tebal: 152 hal; 20 cm

Harga: Rp. 25.000,-

ISBN-10: 978-979-22-4943-9

Cetakan: ke I, Setember 2009

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Masa Kanak-kanak sangat mengagumkan, masa di mana imajinasi berambat begitu kuat dan cepat daripada orang dewasa. Masa-masa ini apabila olah imajinasinya dikembangkan sungguh akan menghasilkan sesuatu yang mengagumkan. Bagaimana cara menumbuh kembangkan imajinasi anak-anak? Salah satunya adalah ‘Bacakan mereka dongeng!’ tanpa sadar mereka juga akan menjadi seorang pembaca, bagaimana kita mampu mengetahui pengalaman orang kalau tidak membaca sebuah buku, dan buku-buku dongeng adalah satu diantaranya cara untuk memancing mereka membaca sejak dini.

Novel The Magician’s Elephant (Gajah Sang Penyihir) adalah salah satu buku dongeng yang mampu membangkitkan imajinasi anak. Bercerita tentang Peter Augustus Duchene mencari adik perempuannya, Adele. Dan peran Sang Gajah sangat membantu dalam pertemuannya kembali dengan Adele.

Berawal dari seorang penyihir yang ingin memberikan bunga lily kepada seorang wanita kaya, Madam LaVoughn. Namun, bukan bunga lily yang muncul melainkan seekor gajah yang tiba-tiba muncul dari atap dan jatuh ke arah Madam LaVoughn hingga mengakibatkan kedua kaki Madam LaVaughn harus diamputasi. Di sisi lain seorang peramal mengatakan pada Peter bahwa seekor gajah akan mempertemukannya kembali pada Adele.

Dipaparkan sangat sederhana dan pertemuan-pertemuan tak terduga antar tokoh akan membuat penasaran sekaligus menebak-nebak akhir cerita ini. Setiap langkah Peter membuat terharu akan nasibnya. Dia adalah anak dari korban prajurit perang, ibunya meninggal setelah melahirkan Adele, dan dia harus hidup bersama kakek, Vilna Lutz yang tak lain sahabat ayahnya.

Segalanya berubah ketika semua mencapai titik terang, di mana Peter akhirnya dipertemukan Adele kembali. Sang Gajah itu pada akhirnya juga dikembalikan ke asalnya dengan kekuatan si penyihir. Melihat badan kurus Peter, Keluarga Matienne akhirnya mengadopsinya sekaligus Adele sebagai anak mereka.

Cover: lukisan surialism benar-benar selalu membuatku terpukau! Sangat mewakili isi cerita dan meski begitu kelam untuk anak-anak (tanpa warna permen) dengan peran orang tua, anak-anak pasti akan menyukai cerita ini, tak ayal orang dewasa pun menyukainya.

Aku amat tidak menyesal membaca ini dan gara-gara membaca ini suatu hari nanti aku ingin ke kota Baltese, mengunjungi katedral itu, aku ingin melihat dan menyentuh pahatan Bartok Whynn di batu, jauh di atas sana, pahatan seorang anak laki-laki menggendong adik perempuannya yang salah satu tangannya memegang gajah dan aku akan membuktikan cerita itu benar. Hehe..

Pesan yang terkadung di dalam novel ini: Mengajarkan pada kita arti dari sebuah rasa cinta kasih dan rasa sayang, mengajarkan pula bagaimana kita ‘saling memaafkan’ antara satu dengan yang lain dan tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini apabila kita menyakininya. 😉

Advertisements

Discussion

One thought on “The Magician’s Elephant (Gajah Sang Penyihir)

  1. Nightwalker was here

    Posted by Nightwalker | January 19, 2012, 4:39 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: