//
archives

Archive for

Slove of Sarang

 

==============================================================================

Semua orang memanggilnya Yeon, gadis riang yang hidup dengan seorang Eomma yang buta. Tinggal di perumahan sempit di belakang istana milik keluarga Jung. Tidak punya saudara dan harus bekerja part time di restoran Han Sang Ahjushi, seorang paman yang tampan dan baik hati menampung gadis seperti dia.

“Yeon-naa!!!” teriak Han Ahjushi.  Gadis itu gelagapan dari lamunnya. Berlari mengapit nampan dengan terburu-buru. Berbalik dengan nampan yang sudah terisi makanan untuk pembeli.

“Selamat makan!” ucapnya riang pada pembeli. Semangatnya tidak pernah pudar meski banyak hambatan di dalam hidupnya.

“Yeonaa!!! Sup kedelai..” Seru seorang kakek yang baru datang.

“Ne, Abeoji…” balasnya pada kakek yang sudah lama berlangganan di restoran Han Ahjushi. Kakek itu tersenyum melihatnya. Mengamati gadis itu dengan perasaan bangga.

“Sup kedelai spesial!!!” tiba-tiba Yeon sudah berada di depannya dengan semangkuk sup kedelai. Kakek itu terkejut dan terkekeh.

Seseorang mengamati Yeon yang tertawa di depan kakek di depannya dari balik kaca bening restoran. Wajahnya bergurat karena ujung bibirnya mencuat ke atas. Lalu ia kembali melanjutkan jalannya.

+++

“Ingin lebih mengenal seseorang yang dicintai apa salahnya? Berusaha memberikan sesuatu yang berkesan apa salahnya? Meski hanya mampu memberikan kue kering ini untuk seseorang itu.” Pikiran Ji Yeon mulai berakar bebas dan tidak jelas ujungnya. Ia menggeleng kuat-kuat. Menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Ia menoleh ke arah wanita yang merajut di lantai ujung sana. Wanita yang tak lain adalah Eomma yang buta karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Ia tidak lagi melihat Eommanya melihat wajahnya seperti dulu. Dulu ia masih kecil dan sekarang ia sudah remaja. Ia menunduk dengan menghembuskan nafas panjang. Menatap kue-kue coklat berbentuk kepala beruang dan bintang-bintang.

Ia melangkah mendekat ke arah Eomma. Duduk bersila di depannya wanita yang merajut sebuah syall berwarna merah tua. Rajutan yang hampir jadi untuh tanpa cacat. Padahal wanita itu sama sekali tidak mampu melihat hasil kerjanya.

“Eomma..” gumam Ji Yeon, mengelus pundak Eomma. Wanita itu berangsur menghentikan rajutannya dan mencoba menaruh rajutannya itu dengan hati-hati. Tapi tangan Ji Yeon menahannya,”Eomma lanjutkan saja, nanti rusak!” gumamnya getir. Wanita itu tersenyum.

“Kau tidak berangkat ke sekolah?” gumam Eomma.

“Iya, aku baru siap-siap. Eomma…jangan lupa makan!” gumamnya. Lagi-lagi wanita itu tersenyum. Kini dibarengi dengan anggukkan.

“Kau sudah makan, Yeonaa?”

“Ne..” Yeonna tersenyum. Melihat kue di ranjang kecilnya,”Eomma..coba!” Yeon mencoba menyuapkan kue itu ke mulut Eomma. Gadis itu berdebar-debar menunggu Eomanya berkomentar.

“Bagaimana, Eomma? Tidak enak kah?” Wanita itu mengunyahnya perlahan dalam diam. Namun, sesaat kemudian tersenyum.

“Enak sekali, Yeonaa..” Yeon mengikik girang. Ia langsung beranjak dari duduknya.

“Aku berangkat, Eomma!!! Kue untuk Eomma, aku siapkan di samping sarapan.”

“Hati-hati..” seru Eomma. Ji Yeon tersenyum dan berjalan ke luar rumah. Melihat tembok yang menjulang tinggi yang menempel di rumahnya yang kecil. Sebenarnya yang menempel itu rumahnya bukan tembok itu. Sebuah tirai jendela di atas atapnya berderai-derai karena angin yang menghembus masuk. Dia tersenyum dengan menunduk melihat ranjang berisi kue buatannya.

“Ini untukmu! Semoga kamu suka!” Gumamnya kecil.

+++

“Kyaa…” So Yun melempar keranjang kue Ji Yeon. Kue-kue yang dibuatnya dengan susah payah tergeletak di lantai koridor,”Kenapa kamu masih mendekati Seung Oppa? Huh?” teriaknya di depan Ji Yeon. Teman-teman yang ada di sekitar mereka berdua hanya melihat tanpa memperdulikan mereka. Seung melihat mereka berdua dari dalam kelas. Pintu kelasnya membuat Seung melihat dengan jelas apa yang dilakukan So Yun pada Ji Yeon. Hari ini adalah hari ulang tahun Seung, teman-teman perempuannya yang mendekati Seung mulai menghalangi pandangannya.

“Oppa..saeng-il chugha…” senandung gadis-gadis di sekitarnya.

+++

Ji Yeon menatap jendela di atas atapnya. Lampu yang ada di dalam sana menyala terang. Dia tersenyum sembari menutup matanya perlahan. Malam musim panas yang terang, udara di luar berhembus lamat-lamat.

“Apa yang kau lakukan di situ?” Seru Seung dingin. Segera Yeon membuka matanya. Melotot ke sosok yang menyembul di balik jendela. Bukankah ini yang dia harapkan selama ini? melihat Seung menyapanya di balik jendela dan mengajaknya mengobrol. Ji Yeon meringis sambil menelengkan kepala ke arah Seung.

“Hehe…” melihat tingkah Ji Yeon, Seung mulai beranjak meninggalkan tempatnya berdiri.

“Oppa..tunggu!!!” Seung melihatnya sekilas. Ji Yeon memasang senyum semanis mungkin. Seung menatapnya,”Saeng-il Chugha!!!” Ji Yeon memejamkan mata dengan tampang imutnya. Tapi setelah matanya terbuka lebar, Seung tidak lagi berada di jendela yang terbuka itu. Ji Yeon tertunduk lesu dan tersenyum miris.

“Ji-yeonaa..” gumam Seung dari arah belakang Ji Yeon. Dia membalikkan badan dengan mata melotot tidak percaya,”gumawo!” lanjut Seung disusul dengan senyum tipisnya.

“Oppa…” Ji Yeon memeluk tangan Seung. Seung meliriknya sekejap tanpa tersenyum. Ji Yeon merengut tapi sedetik kemudian Seung memeluk bahu Ji Yeon. Gadis berambut bergelombang itu pun meringis dengan hati riang.

“Sarang..” gumam Seung. Mata bulat Ji Yeon mendelik ke arahnya dengan pipi memerah.

“Sarang hae yo..Oppa” seru Ji Yeon memeluk tubuh Seung. Laki-laki itu hanya tersenyum tipis dan memutuskan dengan sepenuh hati untuk membalas pelukan Ji Yeon.

Arti dari cinta itu adalah mengerti akan perasaan diri sendiri. Memandang dan merasakan kebahagiaan di samping orang yang dicintai. Menyuguhkan kedamaian di antara bukit-bukit kesuraman. Di balik pintu geser rumah kecil yang menempel di tembok rumah yang menjulang tinggi itu, ada seorang wanita yang hilang penglihatannya diam-diam tersenyum mendengar tawa Ji Yeon dengan laki-laki yang dicintainya, Seung Ho.

++++++++++++++++++++++++++++—+>> Selesai

  • Cast & Photo: Yoo Seung Ho (유승호 ) & Park Ji-yeon (박지연)
  • Ost: In Addition Rolling-Ji-yeon
Advertisements